Pengikut

Indahnya Kebersamaan

Kebersamaan akan lebih bermakna setelah kita merasa kehilangan. Dan kehilangan akan lebih bermakna ketika kita saling merindukan - https://suzawa.blogspot.co.id/.

AesaWord v.01

Merupakan media pembelajaran dalam bentuk games tebak kata untuk memotivasi siswa belajar - https://suzawa.blogspot.co.id.

Kegiatan Outing

Merupakan sarana efektif dalam pembelajaran yang melibatkan siswa untuk melakukan sesuatu pembelajaran dengan real - https://suzawa.blogspot.co.id.

Kegiatan Perjusa

Berbagai macam keterampilan dan melati kemandirian siswa dalam acara perjusa - https://suzawa.blogspot.co.id.

Kegiatan Manasik

Program kesiswaan yang memberi pengalaman kepada siswa dalam praktek manasik haji - https://suzawa.blogspot.co.id.

Ibnu Hajar Fair

Kegiatan menampilkan karya siswa dalam setahun - https://suzawa.blogspot.co.id.

AesaQuis V.02

Media pengayaan dan pengenalan IT kepada siswa - https://suzawa.blogspot.co.id.

Selasa, 29 Januari 2019

Sindrom asperger, apa bedanya dari autisme? Waspadai 10 ciri ini




Anak dengan sindrom asperger sering kali dianggap aneh bagi masyarakat yang belum memahami sindrom yang termasuk dalam spektrum austisme ini.

Pernah mendengar sindrom asperger (ASG)? Sindrom ini diperkenalkan oleh Hans Asperger sekitar tahun 1944 silam. Menurutnya, sindrom asperger merupakan gangguan neurobiologi, dan bukan disebabkan karena masalah psikologis anak.

Sindrom asperger termasuk dalam kategori autisme, tetapi anak dengan sindrom ini tidak menunjukkan tanda-tanda sindrom dari perilaku mereka.

Artikel terkait: Seorang ayah ungkapkan 7 tanda anak autis yang wajib Parents ketahui

Untuk mengetahui apakah memiliki gejala sindrom asperger, anak harus lebih dulu melalui proses pemeriksaan mendalam. Tak hanya dokter anak, namun juga dokter kesehatan jiwa, dan psikolog.

Pada umumnya, sindrom ini pertama kali akan didiagnosis pada anak yang memasuki usia 2 – 6 tahun. Namun memang, anak lelaki cenderung lebih berisiko mengalami sindrom asperger dibandingkan anak perempuan, bahkan risikonya sampai empat kali lebih besar.

Pada umumnya, anak-anak dengan gejala ini akan mengalami komplikasi berikut:
1. Depresi
2. ADHD
3. Skizofrenia
4. Perilaku obsesif-kompulsif
5. Kesulitan melakukan interaksi sosial

Selain itu, ada 10 ciri sindrom asperger yang wajib Parents perhatikan: 


1. Sulit berteman  
 
Anak-anak yang mengalami sindrom ini memiliki masalah berkomunikasi secara verbal sehingga menyebabkan mereka menjadi sulit untuk berteman dengan anak-anak seusianya.

2. Sangat pemilih

Maksud pemilih di sini, pada umumnya anak-anak dengan sindrom asperger hanya mau berbicara dengan orang yang benar-benar mereka percayai atau kenal. Misalnya anggota keluarga. Bahkan, dia akan menolak berbicara dengan orang asing atau yang tidak ia percayai.

3. Susah bersimpati

Anak-anak yang memiliki sindrom asperger juga mengalami kesulitan merespons orang lain. Bahkan, dia tidak tahu cara menunjukkan simpati dan empati ketika dia mendapatkan informasi tertentu.

4. Sulit melakukan kontak mata

Anak-anak dengan ASG sulit melakukan kontak mata dengan orang lain. Ini juga yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk bersosialisasi.

5. Sikap aktif yang terlalu menonjol

Tidak semua anak dengan sindrom asperger tergolong pasif. Ada juga perilaku sangat aktif dan aneh yang kadang-kadang muncul ketika berada di kerumunan. Karena alasan ini, anak-anak ASG ini sering disalahpahami sehingga menyulitkan mereka untuk berteman.

6. Cerdas di bidang tertentu

Anak-anak dengan sindrom asperger mungkin lemah dalam pendidikan sekolah. Namun, itu tidak berarti mereka tidak memiliki daya tarik khusus terhadap sesuatu.

Misalnya mereka dapat mengatur puzzle dengan baik, senang dengan matematika atau pelajaran di bidang seni. Jika mereka dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai, maka mereka akan stres.

7. Butuh jadwal rutinitas setiap hari

Anak dengan ASG lebih suka kegiatan rutin harian dan disiplin dengan jadwal mereka. Jika Anda mengubah jadwalnya, mereka akan bingung dan ketakutan. Jika Parents berencana menambahkan aktivitas baru yang akan dilakukan, hal ini perlu diberitahu sejak jauh-jauh hari.

8. Tidak mengerti bahasa kiasan


Jika Anda ingin berkomunikasi dengan anak-anak ASG, hindari menggunakan bahasa kiasan karena mereka akan bingung dan mengerti apa yang orang katakan.

Cara terbaik adalah menggunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dipahami.

9. Memiliki kemampuan hebat


Ya, anak-anak dengan sindrom ini memiliki kemampuan luar biasa dibandingkan dengan anak-anak seusia mereka. Ketika dilatih dan mendapatkan penangan tepat, anak-anak dengan ASG bahkan dapat dengan mudah menganalisis hal-hal rumit.

10. Kemampuan motorik rendah

Hal ini terjadi karena tidak ada koordinasi antara mata dan tangan, tetapi bisa dilatih sejak dini. Karena alasan ini, anak-anak dengan ASG memiliki tulisan tangan yang buruk.

Perawatan dan pemeriksaan untuk anak dengan sindrom asperger

Sejauh ini memang tidak ada tes khusus yang dapat mendiagnosis apakah anak mengalami sindrom ini atau tidak.

Namun, jika Parents menemukan gejala-gejala ini pada anak, segera konsultasikan pada dokter anak sehingga dokter bisa melakukan pemeriksaan mendalam. Dimulai dengan mencari riwayat medis lengkap dan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis.

Tes darah dan rontgen juga akan dilakukan untuk mendeteksi penyebab gejala yang diduga memiliki sindrom asperger.

Anak juga disarankan untuk melakukan terapi di bawah ini:
1. Terapi fisik,
2. Terapi bicara
3. Terapi okupasional
4. Terapi modifikasi perilaku
5. Terapi yang dapat melatih keterampilan sosial

Langkah tak kalah penting, tentu saja perlunya mengomunikasikan kepada pihak sekolah agar anak bisa mendapatkan pendidikan yang tepat dan khusus.

Sampai saat ini penyebabnya masih belum diketahui dengan pasti, namun faktor genetik, pengaruh lingkungan seperti infeksi virus dan bahan kimia, atau karena adanya kelainan di otak disinyalir yang menjadi penyebabnya.

Apabila Parents menemukan beberapa gejala di atas, jangan terlalu sedih, karena dengan terapi dan pendidikan yang tepat, ASG juga bisa sukses bahkan jenius di bidang yang ia minati.



Sumber : https://id.theasianparent.com

Sering bicara sendiri saat bermain tanda anak cerdas? Ini penjelasannya




Meskipun kadang terlihat eneh, anak yang sering berbicara sendiri saat bermain akan mendapatkan banyak manfaat, lho!

Pernahkah Parents melihat anak-anak asik berbicara sendiri saat mereka sedang bermain? Apakah sudah mengetahui apa penyebab sering bicara sendiri?

Khawatir? Tidak perlu.

Menurut Hazhari Ismail, dosen pendidikan anak usia dini dari Universitas Sultan Azlan Shah, kondisi anak yang berbicara sendirian memang tidak perlu dilarang tapi jangan pula diabaikan. Mengapa? Hal ini justru memberikan manfaat positif bagi anak itu sendiri.

Lagipula katanya, Parents tidak perlu khawatir berlebihan karena kebiasaan berbicara sendiri saat asik bermain akan berangsur-angsur hilang ketika dewasa.

Artinya, jika memang sudah mengetahui alasan dan penyebab sering bicara sendiri, Parents tidak perlu khawatir berlebihan

Pandangan ini juga disetujui oleh seorang psikolog yang mengatakan berbicara sendiri adalah tahap perkembangan anak-anak di mana mereka menggunakan diri mereka sebagai model utama.

Bahkan, secara tidak langsung membantu meningkatkan keterampilan kognitif anak-anak melalui bahasa dan latihan. Berbicara sendiri juga merupakan proses pemikiran yang melibatkan penyelesaian masalah, perhitungan, kreativitas dan bahkan berlajar citra diri.

Itulah sebabnya ketika Parents melihat anak-anak berbicara sendiri saat mereka sedang memainkan robot atau bonekanya, mereka sebenarnta tengah mengembangkan imajinasinya.

Sedang mencoba menjadi karakternya sendiri atau karakter lain di mana anak mencoba meniru mereka. 


Anak berbicara sendiri, kapan Anda harus khawatir?

Psikolog Adam Winsler juga menambahkan bahwa ketika anak-anak suka berbicara sendirian, Parents tidak perlu khawatir tentang hal itu. Meskipun begitu, bukan berarti Perents mendiamkannya terus menerus terlebih ketika meliaht kondisi anak yang tidak mau berinteraksi dengan orang lain.

Jika terjadi, tentu saja Parents perlu mendorong anak-anak untuk berinteraksi dengan orang lain. Sehingga keterampilan bersosialisasi makin terasah dengan baik.

Toh, sebenarnya berbicara sendiri ketika sedang bermain merupakan perilaku yang wajar dan normal. Umumnya akan dilewati oleh anak-anak usia dua hingga lima tahun dan secara bertahap perilaku ini pun akan hilang dengan sendirinya.

Anak-anak berbicara satu sama lain dengan lebih cerdas

Artikel dari situs web MD mengungkapkan bahwa orang pintar sangat senang berkomunikasi, dan dalam penelitian juga menemukan bahwa berbicara dengan diri sendiri merupakan tanda kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah dan membantu fokus dan perhatian.

Dengan berbicara sendiri ternyata anak-anak memiliki ingatan yang lebih baik sambil membantu mereka bekerja lebih cepat.

Mengapa anak-anak memilih berkomunikasi dengan benda mati, ternyata ini penyebab sering bicara sendiri:

Biasanya, anak-anak memilih berbicara dengan ‘menghidupkan’ sebuah objek atau benda mati. Contoh terdekatnya, ketika anak sedang memainkan boneka. Bermain dengan boneka juga melatih anak untk bisa mengekspresikan perasaan dan pikiran yang mereka miliki.

Ketika berbicara kepada diri sendiri, mereka tidak sadar atau memperhatikan karena mereka terlalu imajinatif. Tetapi ketika ditegur, mereka akan membentak dan berhenti berkata.

Sampai kadang-kadang mereka berbicara seperti situasi nyata dengan tatap muka, intonasi suara, gerakan tubuh dan lainnya.

Berbicara sendiri ternyata memiliki beberapa manfaat yang bisa diterima si kecil.
Menunjukkan kebijaksanaan anak

Anak-anak dapat mengamati, berkenalan dan membiasakan diri
Memperkuat kosakata
Tingkatkan kreativitas di mana mereka akan mempertanyakan dan menjawab pertanyaan
Jika Parents meluangkan waktu mendengarkan apa yang dibicarakan, akan ada banyak kejutan yang bisa diterima. Kalimat yang dibuat si kecil bisa membuat Anda tertawa dan tersenyum 




Sumber : https://id.theasianparent.com 

Agar anak lancar bicara, 5 hal ini harus Parents lakukan!




Bantu anak untuk mengembangkan kemampuannya berbahasa dengan cara berikut ini.

Agar anak lancar bicara, berbagai stimulasi harus secara konsisten dilakukan. Melalui kebiasaan sederhana, perkembangan bahasa anak bisa terlatih dengan baik.

Orangtua berperan penting agar anak lancar bicara dan mengembangkan keterampilan berbahasa lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa orangtua yang secara aktif melibatkan diri dalam stimulasi bisa membuat anak lebih kaya akan tata bahasa dan pengetahuan kosakata.

Keterlambatan berbahasa pada anak disebabkan oleh banyak faktor. Bila tidak ditangani dengan baik, kemungkinan bisa berlanjut pada periode perkembangan di usia selanjutnya.

Kapan orangtua harus khawatir?

Perkembangan bahasa anak berlangsung secara bertahap dari bulan ke tahun, sebagaimana aspek perkembangan lainnya. Setiap anak pun bisa berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, Parents sebaiknya tetap mengetahui tugas perkembangan anak dalam berbagai tahap usia.

Menurut Ikadan Dokter Anak indonesia, ada beberapa hal yang sebaiknya diwaspadai dan segera dikonsultasikan terkait dengan perkembangan bahasa anak ini. Beberapa kewaspadaan tersebut antara lain ketika:
Usia 12 bulan: tidak menunjuk dengan jarinya dan wajahnya kurang menunjukkan ekspresi.
Usia 16 bulan: tidak mengucapkan kata yang berarti.
Usia 24 bulan: belum bisa mengucapkan 2 kata yang dapat dimengerti.
Usia 2 – 3 tahun: belum bisa menggunakan kalimat 2-3 kata, belum paham warna, dan belum bisa menyebutkan benda di sekitarnya.
Usia 4 – 5 tahun: tidak dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya. Selain itu, anak tidak dapat menggunakan kalimat panjang (lebih dari 4 kata) saat berbicara.

Stimulasi agar anak lancar bicara


Tips agar anak lancar bicara #1: Sering ajak anak mengobrol

Kunci stimulasi berbahasa yang tepat tentu dengan mendorong anak untuk berbicara. Mulailah dari Bunda dulu dengan rutin bercerita pada anak.

Buat ia nyaman dengan berbagai cerita lucu terkait pengalaman yang Bunda pernah lakukan. Seiring berjalannya waktu, anak akan mengimitasi kebiasan tersebut.

Tips agar anak lancar bicara #2: Biasakan anak untuk membaca buku

Tidak ada istilah terlalu dini mengenalkan bacaan pada anak, sekalipun ia masih sangat bayi. Salah satu indikator yang baik untuk keberhasilan membaca di masa depan adalah jumlah waktu yang dihabiskan orangtua untuk membaca bersama anak mereka.

Secara bertahap, kenalkan anak pada bacaan yang dilengkapi gambar-gambar menarik. Lakukan kebiasaan ini setiap hari secara konsisten, saat sebelum tidur misalnya.

Kebiasaan ini akan mengembangkan rasa keingintahuan hingga memotivasi anak untuk belajar lebih baik dalam berbahasa dan membaca.

Tips agar anak lancar bicara #3: Jangan pernah mengkritik

Apapun ucapan berupa artikluasi, logat, atau gaya bicara anak, ia tengah berproses agar bisa memenuhi tugas perkembangan bahasa di usianya. Sebaiknya tidak mengkritik Bun, karena mungkin tanpa sadar hal itu bisa membuat kepercayaan dirinya menurun.

Berilah anak pujian untuk setiap usaha dan pencapaian dalam banyak hal. Ia akan merasa dihargai dan menjadi lebih terbuka atas apa yang dilakukan dan dirasakannya.

Tips agar anak lancar bicara #4: Dengarkan anak

Salah satu faktor terlambat bicara yang mungkin terjadi ialah karena anak tidak mendapat kesempatan untuk berbicara. Karena terbiasa untuk dipotong saat berbicara, anak pun tumbuh menjadi kurang percaya diri dan takut berbicara di depan orang.

Agar tidak terjadi hal yang tak diharapkan tersebut, sebaiknya dengarkanlah anak setiap kali ia bercerita. Tanggapi secara positif pertanyaan yang selalu diajukannya. Berikan selalu ia kesempatan untuk mengungkapkan hal yang dirasakannya. 
Sumber : https://id.theasianparent.com 

21 Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Anda Ketahui




Parenting atau pola asuh anak adalah suatu proses untuk meningkatkan dan mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa.

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, maka dibuatlah beberapa istilah parenting untuk mengelompokkan berbagai macam pola asuh anak yang berbeda.

Inilah beberapa istilah pola asuh anak yang perlu Anda ketahui

1. Parenting Otoritatif (Authoritative parenting atau propagative parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua mengatur batas, memberi pemahaman kepada anak-anak, dan tanggap terhadap kebutuhan emosional mereka.
Orangtua dengan pola asuh anak otoritatif sangat hangat kepada anak-anak mereka, dan menekankan alasan diberlakukannya aturan.
Anak-anak mungkin menjadi lebih mandiri, diterima secara sosial, sukses dalam akademis, dan berperilaku baik.

2. Parenting Permisif (Permissive parenting atau Indulgent parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua dengan pola asuh anak permisif cenderung tanggap terhadap anak-anak mereka, namun longgar terhadap aturan dan disiplin.
Orangtua sangat jarang memberi tuntutan dan harapan kepada anak.
Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya ini cenderung tumbuh tanpa sikap disiplin.

3. Parenting Acuh tak acuh (Uninvolved parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua sangat sedikit memberikan kehangatan kepada anak mereka, tidak terlibat dalam kehidupan anak (tidak menentukan batasan dan tidak menuntut), dan kurang tanggap terhadap kebutuhan anak.
Orangtua dengan gaya pengasuhan ini tidak memantau aktivitas anak mereka.
Anak-anak akan sering merasa takut, gelisah, dan stres karena tak ada dukungan dari orangtuanya.

4. Parenting Sembrono (Neglectful parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua dengan pola asuh anak ini cenderung mengabaikan emosi dan opini anak-anak mereka.
Rendahnya daya tanggap orangtua terhadap tuntutan anak.
Anak-anak yang dibesarkan dengan cara ini kurang disiplin, tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, berkembang menjadi dewasa sebelum waktunya. dan sering mengalami pertengkaran dengan orangtua mereka.

5. Parenting Otoritarian (Authoritarian parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua memberikan aturan yang ketat, hukuman keras, hanya memberikan sedikit pemahaman kepada anak, dan kurang ramah kepada anak-anaknya.
Orangtua sering berkata, “Saat ibu/ayah seusiamu, ibu/ayah sudah bisa ….”.
Mengakibatkan anak menjadi pendiam, kurang percaya diri, kurang terampil secara sosial, dan kurang berprestasi di sekolah.

6. Parenting Kasih Sayang (Attachment parenting, Intuitive Parenting, atau Natural Parenting)

Ciri-cirinya:
Keterikatan emosional dipupuk dengan baik oleh orangtua.
Orangtua dengan pola asuh anak kasih sayang biasanya menghindari hukuman fisik dan mengajarkan disiplin melalui interaksi antara orangtua dan anak.
Anak menjadi manja dan terlalu tergantung kepada orangtuanya.

7. Parenting Positif (Positive parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua membimbing dan menasehati anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Orangtua mengajarkan cara positif dan menjelaskan bahwa setiap pilihan mempunyai konsekuensi tersendiri.
Anak-anak belajar untuk mempertimbangkan pilihan yang ada dan lebih bertanggung jawab.

8. Parenting Narsistik (Narcissistic parenting)

Ciri-cirinya:
Anak diharuskan untuk mencapai semua impian dan cita-cita yang tidak dapat dicapai oleh orangtua.
Orangtua yang narsis bisa sangat memuja anaknya secara berlebihan, atau merasa tersaingi oleh kehadiran anaknya.
Anak-anak tidak mendapat keleluasaan untuk mengeksplorasi minat dan potensi mereka.

9. Parenting Pendampingan (Nurturant parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua mengharapkan anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dengan pengawasan orangtua.
Orangtua menerapkan batasan kepada anak dan mengharapkan orang lain akan mematuhinya juga.
Anak cenderung merasa empati kepada orang lain, bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, serta lebih percaya diri.

10. Parenting yang Berlebihan (Overparenting atau Helicopter parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua terlibat langsung dalam setiap aspek kehidupan anak dan menyelesaikan semua permasalahan anak.
Orangtua melindungi anak secara berlebihan dan tidak membiarkan anak menghadapi kesulitan.
Anak menjadi tidak mandiri dan tidak memahami kesalahan dan konsekuensi yang akan mereka hadapi.

11. Parenting menyesuaikan dengan keadaan (Slow parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua untuk terlibat sesedikit mungkin dalam kehidupan anak dan memastikan bahwa ada cukup waktu untuk dihabiskan bersama keluarga.
Orangtua membatasi anak untuk menggunakan peralatan elektronik dan menggantinya dengan mainan atau buku yang mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak.
Anak-anak mengetahui batas dan kemampuan mereka

12. Parenting yang Meracuni (Toxic parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua seringkali melakukan kekerasan.
Orangtua mengabaikan kebutuhan anak, baik secara emosional maupun fisik.
Anak tidak dapat mengenali diri sendiri dan rasa percaya dirinya berkurang.

13. Parenting Lumba-lumba (Dolphin parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua menghindari perencanaan kegiatan yang berlebihan bagi anak-anak mereka, menahan diri untuk tidak terlalu overprotektif, dan memperhitungkan keinginan, cita-cita, dan tujuan anak.
Orangtua dapat memperlakukan setiap anaknya secara berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian dari masing-masing anak.
Anak-anak mempunyai keterampilan sosial, percaya diri, kreatif, mudah beradaptasi, dan termotivasi untuk mengembangkan dirinya.

14. Parenting Ubur-ubur (Jellyfish parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua dengan pola asuh anak ubur-ubur menerapkan sedikit aturan dan memberikan sedikit harapan kepada anak.
Orangtua seringkali mengalah untuk menghindari konfrontasi/perlawanan dari anak.
Anak menjadi kurang pandai dalam bersosialisasi dan bidang akademis, serta cenderung melibatkan diri dalam perilaku yang berisiko saat remaja/dewasa.

15. Parenting Hipnosis (Hypnoparenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua memberikan sugesti positif kepada anaknya berkaitan dengan perkembangan dan pendidikan anak.
Orangtua memberikan bantuan dan dukungan kepada anak secara emosional.
Anak-anak lebih terbuka dan berdiskusi dengan orangtua mengenai persoalan yang mereka hadapi.

16. Parenting Berlebihan (Hyperparenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua memberikan kontrol berlebihan agar anak mencapai yang terbaik dalam segala hal.
Orangtua tidak memperbolehkan anak untuk membuat keputusan sendiri.
Anak menjadi kurang berkembang, mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, dan cepat merasa stres.

17. Parenting ala Macan (Tiger parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua mengharuskan anak mereka untuk mencapai kesuksesan dalam segala bidang, khususnya akademis.
Orangtua memberlakukan kedisiplinan ketat dan keras, mengontrol secara psikologis, dan memiliki harapan tinggi kepada anak mereka.
Anak menjadi mudah cemas, depresi, dan kurang percaya diri.

18. Parenting ala Gajah (Elephant parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua tanggap terhadap kebutuhan anak dan melindungi anak agar tidak mengalami kesulitan dan persoalan.
Orangtua memberikan kasih sayang dan mendukung anak secara emosional.
Anak-anak menjadi kurang memahami batasan dan aturan.

19. Parenting Mercu Suar (Lighthouse parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua membiarkan anak mereka untuk merasakan dan mengalami kegagalan dan berbagai konsekuensi yang menyertainya.
Orangtua memberikan nasehat, dukungan, dan dorongan agar anak mereka dapat belajar mengatasi masalah mereka sendiri.
Anak dapat menjadi menjadi individu tangguh dan cakap.

20. Parenting Holistik (Spiritual parenting/Holistic parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua dengan pola asuh anak holistik memberikan contoh yang baik kepada anak melalui perilaku orangtua itu sendiri.
Orangtua menghargai perbedaan kepribadian anak dan memberikan keleluasaan kepada anak untuk mengembangkan keyakinan mereka sesuai kepribadian dan potensi masing-masing.
Anak-anak lebih memiliki kesadaran batin dan menghargai lingkungan sekitarnya.

21. Parenting Tanpa Syarat (Unconditional Parenting atau Conscious Parenting)

Ciri-cirinya:
Orangtua menerima dan mendukung anak secara positif.
Orangtua memberikan pujian atas perilaku anak yang baik.
Anak belajar memahami bahwa perilaku yang baik itu adalah perilaku yang diterima dan diperhatikan.

Itulah beberapa istilah parenting atau pola asuh anak yang telah beredar secara global saat ini. Semoga bermanfaat.


Sumber : https://id.theasianparent.com

Minggu, 25 November 2018

Hadits ke-42 Allah Mengampuni Segala Dosa Orang Yang Tidak Berbuat Syirik

ARBA'IN
-Imam An-Nawawi-


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً [رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]

Dari Anas radhiallahu 'anhu, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Allah ta’ala telah berfirman : “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi, Hadits hasan shahih)
[Tirmidzi no. 3540]

Penjelasan

Hadits ini berisikan kabar gembira, belas kasih dan kemurahan yang besar. Tidak terhitung banyaknya karunia, kebaikan, belas kasih dan pemberian Allah kepada hamba-Nya. Yang semakna dengan Hadits ini adalah sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam : “Allah lebih bergembira atas tobat seorang hamba-Nya daripada (kegembiraan) seseorang di antara kamu yang menemukan kembali hewannya yang hilang”.

Dari Abu Ayyub ketika ia hendak wafat ia berkata : Saya telah merahasiakan dari kalian sesuatu yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, yaitu saya mendengar beliau bersabda : “Sekiranya kamu sekalian tidak mau berbuat dosa, niscaya Allah akan menggantinya dengan makhluk lain yang mau berbuat dosa, lalu Allah memberi ampun kepada mereka”.

Juga banyak Hadits lain yang semakna dengan Hadits ini.
Sabda beliau “wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku” semakna dengan sabda beliau : “Aku senantiasa mengikuti anggapan hamba-Ku kepada-Ku. Oleh karena itu, hendaknya ia mempunyai anggapan kepada-Ku sesuai kesukaannya”.

Telah disebutkan bahwa bila seorang hamba (manusia) telah berbuat dosa kemudian menyesal, misalnya dengan mengatakan : “Wahai Tuhanku, aku telah berbuat dosa, karena itu ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku kecuali Engkau”. Maka Allah akan menjawab : “Hamba-Ku mengakui bahwa dia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosanya dan menghukum kesalahannya, karena itu Aku persaksikan kepada kamu sekalian bahwa Aku telah memberikan ampunan kepadanya”. Kemudian hamba itu berbuat seperti itu kedua atau ketiga kalinya, lalu Allah menjawab seperti itu setiap kali terulang kejadian itu. Kemudian Allah berfirman: “Berbuatlah sesukamu, karena Aku telah mengampuni kamu” maksudnya ketika kamu berbuat dosa kemudian kamu mohon ampun.

Ketahuilah, syarat bertobat itu ada tiga, yaitu meninggalkan perbuatan maksiatnya, menyesali yang sudah terjadi dan bertekad tidak akan mengulangi. Jika kesalahan itu berkaitan dengan sesama manusia, maka hendaklah ia segera menunaikan apa yang menjadi hak orang lain atau minta dihalalkan. Jika berkaitan dengan Allah, sedangkan di dalam urusan tersebut ada sanksi kafarat, maka hendaklah ia segera menunaikan pembayaran kafarat. Ini adalah syarat keempat. Sekiranya seseorang mengulangi dosanya berkali-kali dalam satu hari dan ia melakukan tibat sesuai dengan syarat tersebut, maka Allah akan mengampuni dosanya.

Sabda beliau (Allah berfirman) : “maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi” maksudnya engkau mengulangi perbuatan dosa kamu dan Aku tidak mempermasalahkan dosa-dosamu itu.

Sabda beliau (Allah berfirman) : “Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu” maksudnya adalah sekiranya dosa beberapa orang dikumpulkan, kemudian memenuhi ruang antara langit dan bumi. Hal ini menunjukkan seberapa pun besarnya dosa, tetapi kemurahan, belas kasih Allah pengampunan-Nya jauh lebih luas dan lebih besar, sehingga tidak berimbang antara dosa dan pengampunan dan siat keagungan Allah ini tidak terhingga, sehingga dosa yang memenuhi alam ini tidak mengalahkan sifat pemurah dan pengampunan-Nya.

Sabda beliau (Allah berfirman) : “Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula” maksudnya adalah engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sebesar bumi.

Kalimat “kemudian engkau menemui Aku” maksudnya engkau mati dalam keadaan beriman, tanpa sedikit pun menyekutukan Aku dengan apa pun tiada rasa senang bagi orang mukmin yang melebihi rasa senangnya saat ia bertemu Tuhannya. Allah berfirman : “Sungguh, Allah tidak mengampuni orang yang menyekutukan-Nya, tetapi mengampuni dosa selain dari itu kepada siapa yang dikehendaki”. (QS 4 : 48)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Tidaklah dikatakan terus-menerus berbuat dosa orang yang mau meminta ampun, sekalipun dia mengulangi tujuh puluh kali dalam sehari”.
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Mempunyai anggapan baik kepada Allah termasuk beribadah yang baik kepada Allah”.

Hadits ke-41 Menundukkan Hawa Nafsu

ARBA'IN
-Imam An-Nawawi-
عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ )) [حَديثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ وَرَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الْحُجَّة بإسنادٍ صحيحٍ ]

Dari Abu Muhammad, Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda : “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan”.
[Hadits hasan shahih dalam kitab Al Hujjah]

Penjelasan

Hadits ini semakna dengan firman Allah : “Demi Tuhanmu, mereka tidak dikatakan beriman sebelum mereka berhukum kepada kamu mengenai perselisihan sesama mereka dan mereka tidak merasa berat hati atas keputusan kamu serta menerima dengan pasrah sepenuhnya”. (QS. 4 : 65)

Sebab turunnya ayat ini ialah karena Zubair bersengketa dengan seorang sahabat dari golongan Anshar dalam perkara air. Kedua orang ini datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk mendapatkan keputusan. Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Wahai Zubair, alirkanlah dan tuangkanlah air kepada tetanggamu itu”.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menganjurkan kepada Zubair untuk bersikap memudahkan dan toleransi. Akan tetapi, sahabat Anshar itu berkata : “Apakah karena dia anak bibimu?” Maka merahlah wajah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kemudian sabda beliau : “Wahai Zubair, tutuplah alirannya sampai airnya naik ke atas pagar kemudian biarkanlah hingga tumpah”.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan hal semacam itu untuk memberi isyarat kepada Zubair bahwa apa yang diputuskan beliau mengandung mashlahat bagi golongan Anshar. Tatkala orang Ashar memahami sabda Nab Shallallahu 'alaihi wa Sallam itu, maka Zubair menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Karena kejadian itulah ayat ini turun.

Hadits yang shahih dari Nabi , beliau bersabda : “Demi diriku yang ada di dalam kekuasaan-Nya, seseorang di antara kamu tidak dikatakan beriman sebelum ia mencintai aku lebih dari cintanya kepada bapaknya, anaknya, dan semua manusia”.
Abu Zinad berkata : “Hadits ini termasuk kalimat pendek yang padat berisi, karena di dalam kalimat ini digunakan kalimat yang singkat tetapi maknanya luas. Cinta itu ada tiga macam, yaitu cinta yang didorong oleh rasa menghormati dan memuliakan seperti cinta kepada orang tua, cinta didorong oleh kasih sayang seperti mencintai anak dan cinta karena saling mengharapkan kebaikan seperti mencintai orang lain”.

Ibnu Bathal berkata : “Hadits di atas maksudnya ---Wallaahu a’lam--- adalah barang siapa yang ingin imannya menjadi sempurna, maka ia harus mengetahui bahwa hak dan keutamaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam lebih besar daripada hak bapaknya, anaknya dan semua manusia, karena melalui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam inilah Allah menyelamatkan dirinya dari neraka dan memberinya petunjuk sehingga terjauh dari kesesatan. Jadi, maksud Hadits di atas adalah mengorbankan diri dan jiwa untuk membela Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berperang melawan bapak mereka atau anak mereka atau saudara mereka (yang melawan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam). Abu Ubaidah telah membunuh bapaknya karena menyakiti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Abu Bakar menghadapi anaknya, Abdurrahman, dalam perang Badar dan hampir saja anak itu dibunuhnya. Barang siapa melakukan hal semacam ini, sungguh ia dapat dikatakan kemauan-kemauannya tunduk kepada apa yang diajarkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepadanya.

Hadits ke-40 Hiduplah Laksana Seorang Pengembara

ARBA'IN
-Imam An-Nawawi-
عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ . [رواه البخاري]
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”.
[Bukhari no. 6416]

Penjelasan

Imam Abul Hasan Ali bin Khalaf dalam syarah Bukhari berkata bahwa Abu Zinad berkata : “Hadits ini bermakna menganjurkan agar sedikit bergaul dan sedikit berkumpul dengan banyak orang serta bersikap zuhud kepada dunia”. Abul Hasan berkata : “Maksud dari Hadits ini ialah orang asing biasanya sedikit berkumpul dengan orang lain sehingga dia terasing dari mereka, karena hampir-hampir dia hanya berkumpul dan bergaul dengan orang ini saja. Ia menjadi orang yang merasa lemah dan takut. Begitu pula seorang pengembara, ia hanya mau melakukan perjalanan sebatas kekuatannya. Dia hanya membawa beban yang ringan agar dia tidak terbebani untuk menempuh perjalanannya. Dia hanya membawa bekal dan kendaraan sebatas untuk mencapai tujuannya. Hal ini menunjukkan bahwa sikap zuhud terhadap dunia dimaksudkan untuk dapat sampai kepada tujuan dan mencegah kegagalan, seperti halnya seorang pengembara yang hanya membawa bekal sekadarnya agar sampai ke tempat yang dituju. Begitu pula halnya dengan seorang mukmin dalam kehidupan di dunia ini hanyalah membutuhkan sekadar untuk mencapai tujuan hidupnya.

Al ‘Iz ‘Ala’uddin bin Yahya bin Hubairah berkata : “Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menganjurkan untuk meniru perilaku orang asing, karena orang asing yang baru tiba di suatu negeri tidaklah mau berlomba di tempat yang disinggahinya dengan penghuninya dan tidak ingin mengejutkan orang lain dengan melakukan hal-hal yang menyalahi kebiasaan mereka misalnya dalam berpakaian, dan tidak pula menginginkan perselisihan dengan mereka. Begitu pula para pengembara tidak mau membuat rumah atau tidak pula mau membuat permusuhan dengan orang lain, karena ia menyadari bahwa dia tinggal bersama mereka hanya beberapa hari. Keadaan orang merantau dan pengembara semacam ini dianjurkan untuk menjadi sikap seorang mukmin ketika hidup di dunia, karena dunia bukan merupakan tanah air bagi dirinya, juga karena dunia membatasi dirinya dari negerinya yang sebenarnya dan menjadi tabir antara dirinya dengan tempat tinggalnya yang abadi.

Adapun perkataan Ibnu Umar “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore” merupakan anjuran agar setiap mukmin senantiasa siap menghadapi kematian, dan kematian itu dihadapi dengan bekal amal shalih. Ia juga menganjurkan untuk mempersedikit angan-angan. Janganlah menunda amal yang dapat dilakukan pada malam hari sampai datang pagi hari, tetapi hendaklah segera dilaksanakan. Begitu pula jika berada di pagi hari, janganlah berbiat menunda sampai datang sore hari dan menunda amal di pagi hari samapi datang malam hari.

Kalimat “pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit” menganjurkan agar mempergunakan saat sehatnya dan berusaha dengan penuh kesungguhan selama masa itu karena khawatir bertemu dengan masa sakit yang dapat merintangi upaya beramal. Begitu pula “waktu hidupmu sebelum kamu mati” mengingatkan agar mempergunakan masa hidupnya, karena angan-angannya lenyap, serta akan muncul penyesalan yang berat karena kelengahannya sampai dia meninggalkan kebaikan. Hendaklah ia menyadari bahwa dia akan menghadapi masa yang panjang di alam kubur tanpa dapat beramal apa-apa dan tidak mungkin dapat mengingat Allah. Oleh karena itu, hendaklah ia memanfaatkan seluruh masa hidupnya itu untuk berbuat kebajikan. Alangkah padatnya Hadits ini, karena mengandung makna-makna yang baik dan sangat berharga.

Sebagian ulama berkata : “Allah mencela angan-angan dan orang yang panjang angan-angan”.
Firman-Nya : “Biarkanlah mereka (orang-orang kafir) makan dan bersenang-senang serta dilengahkan oleh angan-angan, maka kelak mereka akan mengetahui akibatnya”. (QS. 15 : 3)
Ali bin Abu Thalib berkata : “Dunia berjalan meninggalkan (manusia) sedangkan akhirat berjalan menjemput (manusia) dan masing-masingnya punya penggemar, karena itu jadilah kamu penggemar akhirat dan jangan menjadi penggemar dunia. Sesungguhnya masa ini (hidup di dunia) adalah masa beramal bukan masa peradilan, sedangkan besok (hari akhirat) adalah masa peradilan bukan masa beramal”.
Anas berkata bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah membuat beberapa garis, lalu beliau bersabda : “Ini adalah mannusia dan ini adalah angan-angannya dan ini adalah ajalnya ketika ia berada dalam angan-angan tiba-tiba datang kepadanya garisnya yang paling dekat (yaitu ajalnya)”.
Hadits ini memperingatkan agar orang mempersedikit angan-angan karena takut kedatangan ajalnya yang tiba-tiba dan selalu ingat bahwa ajalnya telah dekat. Barang siapa yang mengabaikan ajalnya, maka patutlah dia didatangi ajalnya dengan tiba-tiba dan diserang ketika ia dalam keadaan terperdaya dan lengah, karena manusia itu sering terperdaya oleh angan-angannya.

Abdullah bin Umar berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melihat aku ketika aku dan ibuku sedang memperbaiki salah satu pagar milikku. Beliau bertanya:
‘sedang melakukan apa ini wahai Abdullah?’
Saya jawab : ‘Wahai Rasulullah, telah rapuh pagar ini, karena itu kami memperbaikinya’. Lalu beliau bersabda : ‘Kehidupan ini lebih cepat dari rapuhnya pagar ini’.

Kita memohon kepada Allah semoga kita dirahmati dan dijadikan orang yang zuhud terhadap kehidupan dunia dan menjadikan kita bersemangat mengejar apa yang ada di sisi-Nya dan menjadikan kita memperoleh kesenangan di hari kiamat. Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang Maha Dermawan, Maha Pemurah, Maha Pengampun dan Maha Belaskasih. Wallahu a’lam

Hadits ke-39 Yang Diampuni

ARBA'IN
-Imam An-Nawawi-

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ [حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, sesungguhnya Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda : " Sesungguhnya Allah telah mema’afkan kesalahan-kesalahan uamt-Ku yang tidak disengaja, karena lupa dan yang dipaksa melakukannya" (HR. Ibnu Majah, Baihaqi dll, hadits hasan)
[Ibnu Majah no. 2405, Baihaqi (As-Sunan no. 7/356), dan yang lain]

Penjelasan

Hadits ini disebutkan dalam tafsir ayat : “Jika kamu melahirkan apa yang ada dihati kamu atau kamu sembunyikan, maka Allah akan mengadili kamu dengan apa yang kamu lakukan itu” (QS. 2 : 284)

Ayat ini menyebabkan para sahabat merasa tertekan. Oleh karena itu, Abu Bakar, ‘Umar, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, dan Mu’adz bin Jabal beberapa orang mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan mereka berkata : “Kami dibebani amal yang tak sanggup kami memikulnya. Sesungguhnya seseorang di antara kami dalam hatinya ada bisikan yang tidak disenanginya, sekalipun bisikan itu menjanjikan dunia. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam lalu menjawab : “Boleh jadi kamu mengucapkan kalimat seperti yang diucapkan Bani Israil, yaitu kami mau mendengar tetapi kami akan menentangnya. Karena itu katakanlah : ‘Kami mau mendengar dan mau menaati”. Hal itu membuat mereka merasa tertekan dan mereka diam untuk sementara. Lalu Allah memberikan kelonggaran dan rahmat-Nya dengan berfirman : “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya. Ia akan mendapatkan pahala atas usahanya dan mendapatkan siksa atas kesalahannya, (lalu ia berdo’a) : ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau tersalah”. (QS. 2 : 286)
Allah memberikan keringanan dan mansukh (terhapus)lah ayat yang pertama di atas. Imam Baihaqi berkata bahwa Imam Syafi’i berkata : “Allah berfirman : Kecuali orang yang dipaksa, sedang hatinya merasa tentram dengan imannya (maka orang semacam ini tidak berdosa)”.

Ada beberapa hukum bagi sikap kekafiran ketika Allah menyatakan bahwa kekufuran tidak terdapat pada orang yang dipaksa, maksudnya bahwa menyatakan kekufuran secara lisan karena dipaksa tidak dianggap kufur. Jika sesuatu yang lebih berat dianggap gugur, maka yang lebih ringan lebih patut untuk gugur. Kemudian disebutkan adanya riwayat dari Ibnu ‘Abbas dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam : “Sesungguhnya Allah membebaskan umatku (dari dosa) karena keliru atau lupa atau dipaksa”.
Dan diriwayatkan dari ‘Aisyah, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, bahwa beliau bersabda : “Tidak ada thalaq dan pembebasan budak karena pemaksaan”.
Demikianlah pendapat ‘Umar, Ibnu ‘Umar dan Ibnu Zubai.

Tsabit bin Al Ahnaf menikahi perempuan budak yang melahirkan anak milik ‘Abdurrahman bin Zaid bin Khathab. Lalu ‘Abdurrahman memaksa Tsabit dengan teror dan cemeti untuk menceraikan istrinya pada masa khalifah Ibnu Zubair. Ibnu ‘Umar berkata kepadanya : “Perempuan itu belum terthalaq dari kamu, karena itu kembalilah kepada istrimu”. Saat itu Ibnu Zubair di Makkah, maka ia disusul, lalu ia menulis surat kepada gubernurnya di Madinah. Isi surat tersebut, supaya Tsabit dikembalikan kepada istrinya dan ‘Abdurrahman bin Zaid dikenai hukuman. Kemudian Shafiyah binti Abu ‘Ubaid, istri ‘Abdullah bin ‘Umar, mempersiapkan upacara walimahnya dan ‘Abdullah bin ‘Umar menghadiri walimah ini. Wallaahu a’lam.

Hadits ke-38 Melakukan Amal Sunnah Menjadikan Kita Wali Allah

ARBA'IN
-Imam An-Nawawi-
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ [رواه البخاري]

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya."
[Bukhari no. 6502]

Penjelasan

Pengarang Kitab Al-Ifshah berkata : “Hadits ini mengandung pengertian bahwa Allah menyampaikan ancaman kepada setiap orang yang memusuhi wali-Nya. Allah mengumumkan bahwa Dia-lah yang memerangi orang yang menjadi wali-Nya. Wali Allah yaitu orang yang mengikuti syari’at-Nya, oleh karena itu hendaklah manusia takut untuk berbuat menyakiti hati wali-wali Allah. Memusuhi disini berarti menjadikan wali Allah sebagai musuh, yaitu memusuhi seseorang karena dia menjadi wali Alloh. Adapun jika terjadi perselisihan antara wali Alloh karena memperebutkan hak, maka hal semacam ini tidak termasuk dalam makna memusuhi yang dimaksud dalam hadits ini, sebab pernah terjadi perselisihan antara Abu Bakar dan Umar, Abbas dan Ali dan banyak lagi sahabat yang lain, padahal mereka semua adalah wali-wali Alloh”

Kalimat, “Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya” menyatakan bahwa yang sunnah tidak boleh didahulukan dari yang wajib. Suatu perbuatan sunnah mestinya dilakukan apabila yang wajib sudah dilakukan, dan tidak disebut menjalankan yang sunnah sebelum yang wajib dilakukan. Hal ini ditunjukkan oleh kalimat, “Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya” yaitu karena ia bertaqorrub dengan amalan yang sunnah yang mengiringi amalan yang wajib. Bila seorang hamba selalu , mendekatkan diri dengan amalan yang sunnah, maka hal itu akan menjadikannya orang yang dicintai Alloh.

Kemudian kalimat, “Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan” Hal ini merupakan tanda kecintaan Alloh terhadap orang yang dicintai-Nya, maksudnya orang itu tidak akan mau mendengar hal-hal yang dilarang oleh syari’at, tidak mau melihat hal-hal yang tidak dibenarkan oleh syari’at, tidak mau mengulurkan tangannya memegang sesuatu yang tidak dibenarkan oleh syari’at dan tidak mau melangkahkan kakinya kecuali hanya kepada hal-hal yang dibenarkan oleh syari’at. Inilah pokok permasalahannya.
Akan tetapi, seringkali ketika seseorang menyebut nama Alloh hingga disebut sebagai ahli dzikir, sampai ia tidak mau mendengar perkataan orang yang berbicara dengannya, kemudian orang yang bukan ahli dzikir berusaha mendekat kepada orang yang ahli dzikir ini, karena ingin menjadikannya sebagai perantara, agar Alloh mendengarkan permohonan mereka. Begitu pula dengan mubashirot (orang yang merasa dirinya bisa melihat Alloh), mutanawilat (orang yang merasa dirinya mampu menjangkau Alloh) dan mas’aa ilaih (orang yang merasa dirinya telah melangkah menuju Alloh) Semuanya itu adalah sifat yang mulia. Kita memohon kepada Alloh semoga kita termasuk kedalam golongan (yang dicintai Alloh) ini.

Kalimat, “Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya” menunjukkan bahwa seseorang yang telah menjadi golongan yang dicintai Alloh, maka permohonan kepada Alloh tidak akan terintangi dan Alloh akan memberikan perlindungan kepadanya dari siapa saja yang menakutinya. Alloh Maha Kuasa untuk memberikan sesuatu kepadanya sebelum ia memintanya dan memberi perlindungan sebelum ia memohon. Akan tetapi Alloh senantiasa mendekat kepada hamba-Nya dengan memberi sesuatu kepada orang-orang yang meminta dan melindungi orang-orang yang meminta perlindungan.

Kalimat pada awal hadits, “maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya” maksudnya Aku menyatakan kepada orang yang seperti itu bahwa dia telah memerangi Aku. Wallahu a’lam.